BAB
II
PEMBAHASAN
A. Proses
Penjualan
Secara umum
definisi penjualan dapat diartikan sebagai sebuah usaha atau langkah konkrit
yang dilakukan untuk memindahkan suatu produk, baik itu berupa barang ataupun
jasa, dari produsen kepada konsumen sebagai sasarannya.Tujuan utama penjualan yaitu mendatangkan keuntungan atau laba dari
produk ataupun barang yang dihasilkan produsennya dengan pengelolaan yang baik.
Dalam pelaksanaannya, penjualan sendiri tak akan dapat dilakukan tanpa adanya
pelaku yng bekerja didalamnya seperti agen, pedagang dan tenaga pemasaran.
Tujuan
Proses Penjualan :
Tujuan ini diperoleh dari tujuan strategi pemasaran.
Biasanya tujuan ini diekspresikan dalam bentuk unit atau penjualan moneter.
Sejumlah organisasi juga menentukan target laba bagi manajer penjualan mereka.
Alur Proses Penjualan :
11. Pada level 0
Pada Data Flow Diagram level 0 ini terdapat 4
proses, antara lain :
·
Proses
1.0 yaitu proses pengecekan barang, harga dan jumlah. Daftar barang, harga dan
jumlah yang diberikan oleh supplier di cek terlebih dahulu, untuk disesuaikan
dengan jumlah barang yang ada, kemudian di simpan di dalam suatu file yaitu
file barang.
·
Proses
2.0 yaitu proses pencatatan barang, harga dan jumlah. Di dalam proses ini
dilakukan kegiatan pencatatan nama barang, harga jual barang, dan jumlah barang
yang tersedia. Setelah dicatat, data disimpan dalam file barang.
·
Proses
3.0 yaitu proses transaksi penjualan barang. Di dalam proses ini data penjualan
barang yang berupa nama barang yang terjual, jumlah barang dan total penjualan
barang akan diolah sehingga menghasilkan bukti transaksi yang akan diberikan
kepada customer. Kemudian data dari seluruh transaksi penjualan akan diberikan
ke proses 4.0 untuk dibuat laporannya.
·
Proses
4.0 yaitu proses pembuatan laporan. Seluruh data transaksi penjualan dan data
barang, harga dan jumlah kemudian diolah untuk dibuat laporannya. Laporan yang
dihasilkan berupa laporan penjualan barang supplier yang akan diberikan kepada
supplier dan laporan keseluruhan yang akan diberikan kepada pemilik.
22. Pada level 1
Data Flow Diagram akan diperlihatkan lebih jelas pada level
1. DFD level 1 ini menjelaskan proses 4.0 secara lebih jelas. File barang yang berisi
data barang, harga dan jumlah dimasukkan ke dalam proses
·
Proses 4.1 yaitu proses
pembuatan laporan data barang supplier. Oleh proses 4.1 data tersebut diolah
dan dihasilkan laporan data barang supplier yang kemudian diberikan kepada
proses 4.5. File transaksi kemudian dimasukkan ke dalam proses selanjutnya
·
Proses 4.2 yaitu proses
pengumpulan data transaksi penjualan. Di dalam proses ini data transaksi
dikumpulkan untuk kemudian dimasukkan ke dalam proses
·
Proses 4.3. Data
transaksi disortir berdasarkan kode suppliernya. Setelah dipisahkan, data
disimpan di dalam file penjualan barang supplier. Kemudian data penjualan barang
supplier diberikan kepada
·
Proses 4.4 yaitu proses
pembuatan laporan penjualan barang supplier. Sedangkan data transaksi
keseluruhan yang tidak dipisahkan berdasarkan kode suppliernya diberikan kepada
·
Proses 4.5. Data
penjualan barang supplier yang berasal dari proses 4.3 kemudian diproses oleh
proses 4.4 untuk menghasilkan laporan penjualan supplier yang akan diberikan
kepada supplier. Laporan data barang supplier yang dihasilkan oleh proses 4.1
dan data transaksi penjualan barang yang dihasilkan oleh proses 4.3 kemudian
dikumpulkan dan diolah oleh proses 4.5. Dan oleh proses 4.5 dihasilkan laporan
keseluruhan yang akan diberikan kepada pemilik
BB. Jenis Penjualan barang
Terdapat beberapa cara dalam menjual. Untuk itu sistem yang
diaplikasikan disesuaikan dengan operasi dilapangan. Dalam pembahahan ini saya
membahas pada sebuah perusahaan dagang yang teridentifikasi beberapa jenis
Penjualan di Perusahaan ini yaitu ;
·
Penjualan Langsung
yaitu penjualan dengan mengambil barang dari supplier dan langsung dikirim ke
customer.
·
Penjualan Stock Gudang
yaitu penjualan barang dari stock yang telah tersedia di gudang
·
Penjualan Kombinasi (
langsung + Stock ) yaitu penjualan dengan mengambil barang sebagian dari
supplier dan sebagian daris stock yang tersedia di gudang.
CC. Unit Organisasi Sistem Penjualan Barang
Prosedur penjualan melibatkan beberapa bagian dalam
perusahaan dengan maksud agar transaksi penjualan yang terjadi dapat diawasi
dengan baik.
Terdapat 8 (Delapan) unit organisasi yang diperlukan dalam
sistem penjualan dan pembelian yaitu :
1) Bagian Order Penjualan
2) Bagian Otorita Kredit
3) Bagian Billing/Piutang
4) Bagian Stock &
Delivery
5) Bagian Buku Besar
6) Bagian Pembelian
7) Bagian Gudang
8) Bagian IT/Pengolahan Data Elektronik
DD. Dokumen yang digunakan
1) Penawaran Harga (PH)
2) Order Form (OF)
3) Memo
4) Purcahse Order (PO)
5) Surat Pengantar
Supplier (SPS)
6) Berita Acara
Penerimaan
7)
Delivery Order / Surat Pengantar / Surat Jalan
(DO/SP/SJ)
a) Tembusan pengiriman
b) Tembusan langganan
c) Arsip bagian delivery
8) Surat Perintah/permintaan Pengeluaran barang (SPB)
9)
Invoice/Faktur
a) Invoice
b) Tembusan Piutang
c) Tembusan Jurnal
d) Arsip di bagian order penjualan
10) Faktur Pajak
a) Faktur Pajak
b) Arsip
c) Extra Copy
11) Kwitansi
EE. Uraian Prosedur
1.
Bagian Order Penjualan / Sales/ Marketing
a) Merima Order dari langganan. Order dari langganan diterima
dalam bentuk (PO) dari langganan melalui fax atau secara langsung yang kemudian
dicatat dalam order form. Permintaan secara lisan melalui Telephone tidak dapat
dilayani.
b) Memverikasi order langganan mencakup data pelanggan secara
lengkap termasuk alamat penyerahan barang yang diinginkan customer, Quantity,
dan merawat validasi data tersebut melalui workstation yang ada pada bagian
penerimaan order untuk mengecek pemenuhan order, meliputi nama product, nomor
surat pesanan atau pemesan, harga, tanggal penyerahan barang, dll.
c) Mencatat order langganan ke sistem komputer dan menerbitkan
dokumen order penjualan. Dokumen ini selanjutnya berfungsi sebagai surat
permintaan pengadaan barang (stock request). Bila barang yang dipesan tidak
tersedia atau persediaan di gudang tidak mencukupi, maka akan direkam sebagai
back order. (order yang belum terpenuhi). Order penjualan di print out melalui
printer di bagian penerimaan order.
d) Membawa dokumen order penjualan ke bagian otorita kredit
untuk mendapat persetujuan penjualan kredit. Bila Customer tetap dapat langsung
ke bagian Stock & Delivery.
e) Mengadakan contact dengan pelanggan mengenai pemenuhan order.
2.
Bagian Kredit
a) Menerima dokumen order penjualan dari bagian penerimaan order
b) Memeriksa status langanan melalui workstation yang ada di
bagian otorita kredit
c) Berdasarkan informasi yang diperoleh dilayar komputer,
kemudian memutuskan apakah order ini dapat dipenuhi
d) Menyerahkan kembali dokumen order penjualan yang sudah di
verifikasi dan ditandatangani, dan diteruskan ke bagian Stock & Delivery.
e) Menerima faktur lembar ke-1, Faktur Pajak lembar ke satu dan
Delivery Order lembar ke-1 yang telah diverifikasi oleh oleh langganan dan
mengarsipnya urut tanggal.
3.
Bagian Stock & Delivery
a) Menerima Oder Penjualan yang telah ditandatangani bagian
otorita kredit dari bagian order penjualan.
b) Menyiapkan Dokumen pengiriman berdasarkan order penjualan.
Bila barang tidak tidak tersedia di gudang meneruskan order penjualan ke bagian
pembelian barang dagang.
c) Mencatat pembelian, berdasarkan surat jalan yang
ditandatangani oleh sopir untuk barang yang langsung dijual atau Surat Jalan
supplier yang ditandatangani oleh bagian gudang untuk barang yang masuk ke
gudang.
d) Membuat Delivery Order untuk order penjualan yang telah
mendapat otorisasi dari bagian otorita kredit.
e) Membuat surat perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang,
untuk penjualan yang mengambil barang di gudang. Atau meminta PO/Memo untuk mengambil
barang di supplier dari bagian pembelian barang dagang.
f) Menyerahkan Delivery order, Surat Perintah/permintaan/Bon
pengeluaran barang atau PO/Memo ke bagian transportasi (sopir) untuk meminta
barang ke gudang atau mengambil barang di supplier.
g) Menerima Deliveri order lembar 1 & 2 yang telah ditanda
tangani/diverifikasi oleh Langganan.
h) Menerbitkan listing delivery order dan diserahkan ke bagian
pembuat invoice.
4.
Bagian Gudang
a) Menerima Perintah/Permintaan Barang
b) Menyediakan barang sesuai dengan Surat
perintah/permintaan/Bon pengeluaran barang (Deliveri Order tidak boleh
digunakan untuk pengeluaran barang karena tidak semua penjualan menggunakan
barang yang ada di gudang)
c) Mengembalikan Perintah/Permintaan/Bon pengeluaran barang
kepada sopir untuk ditandatangani dan meminta copynya setelah ditandatangi.
d) Mencatat Pengeluaran Pada Kartu Persediaan
5. Bagian Transportasi
(Sopir)
Penjualan langsung (Barang langsung dari Supplier)
Penjualan langsung (Barang langsung dari Supplier)
a) Menerima PO/Memo, Delivery Order dari bagian Stock &
Delivery
b) Meminta barang ke supplier menggunakan PO/Memo
c) Menerima surat Jalan/Surat Pengantar Supplier
d) Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh supplier
dengan memo/Po/Surat Jalan Supplier
e) Menanda tangani Surat Jalan Supplier dan meminta copynya.
f) Membawa dan Menyerahkan barang ke customer
g) Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda
tangani.
h) Meminta Lembar Delivery Order lembar 1 & 2 yang sudah
ditanda tangani
i) Menyerahkan Delivery Order lembar 1 & 2 kepada Invoice
(melalui Kurir)
j) Menyerahkan Copy Surat Jalan/Surat Pengantar Supplier yang
telah ditanda tangani ke bagian Stock. & Delivery (melalui Kurir)
6.
Penjualan Barang Dari Stock Gudang
a) Menerima Surat Perintah/Permintaan pengeluaran Barang,
Delivery Order
b) Meminta barang ke gudang dengan meyerahkan Surat
Perintah/Permintaan Pengeluaran Barang.
c) Memeriksa kesesuaian barang yang diserahkan oleh bagian
gudang
d) Menanda tangani Surat Perintah/Permintaan barang dan meminta
copynya kepada bagian gudang.
e) Menyerahkan barang kepada customer
f) Menyerahkan Delivery Order kepada Customer untuk ditanda
tangani.
g) Meminta Delivery Order lembar 1 & 2 yang sudah ditanda
tangani
h) Menyerahkan delivery Order lembar 1& 2 kepada bagian
Invoice (melalui Kurir).
i) Menyerahkan Surat Perintah Pengeluaran barang yang telah
ditandatangi ke bagian Stock & Delivery (melalui Kurir).
7.
Bagian Invoice/Faktur
a) Menerbitkan Faktur berdasarkan data delivery order yang telah
di entry oleh bagian stock & delivery. Pembuatan faktur ini cukup dengan
memasukan nomor order penjualan yang sudah direkam file server
b) Menerbitkan faktur pajak.
c) Menerbitkan listing penjualan harian
d)
Mendistribusikan
Dokumen
1. Invoice/Faktur, Faktur Pajak lembar ke-1, Deliveri Order
lembar ke-1 ke bagian Kredit
2. Tembusan Penjualan ke pemegang buku piutang
3. Tembusan Jurnal, Faktur Pajak lembar ke-2, Faktur Pajak
Lembar ke-2 Ke bagian buku besar
4. Mengarsip Invoice lembar ke-4, Delivery order lembar ke-2,
faktur pajak lembar Extra Copy.
8.
Bagian Administrasi Keuangan
Bagian
administrasi keuangan adalah bagian yang menjalankan fungsi akuntansi yang
bertanggung jawab mencatat transaksi keuangan dan menyusun laporan keuangan.
Bagian administrasi keuangan yang berhubungan dengan system penjualan adalah :
1. Bagian piutang
a) Menerima faktur lembar ke-2 & 3 dari bagian Invoice
b) Merekam data transaksi penjualan dengan cara memasukan nomor
order penjualan. Perekaman meliputi data transaksi piutang
c) Mengarsip lembaran faktur lembar ke-2 urut tanggal
d) Mengumpulkan faktur lembar ke-3 dalam suatu periode harian
e) Menyerahkan satu kumpulan (batch) dari faktur lembar ke-3
bersama batch control sheet bersangkutan ke bagian buku besar.
f) Membuat surat penagihan
2. Bagian buku besar
A)
Menerima copy list
penjualan harian yang dilampirkan copy faktur (tembusan Jurnal) dan Delivery
Order lebar ke- 2 yang telah diverifikasi oleh penerima barang.
B)
Menerima copy Faktur
Pajak.
C)
Mencatat Jurnal
transaksi Penjualan
3. Bagian Jurnal Pembelian
a) Menerima Copy Po dari bagian pembelian
b) Menerima bukti penerimaan barang dari bagian penerimaan
c) Mencatat Jurnal transaksi yang menyebabkan timbulnya utang
a) Menerima Copy Po dari bagian pembelian
b) Menerima bukti penerimaan barang dari bagian penerimaan
c) Mencatat Jurnal transaksi yang menyebabkan timbulnya utang
9. Bagian pengolahan
IT/Data elektronik
Bagian IT tidak melakukan fungsi pemasukan data karena semua input telah dimasukan melalui terminal masing-masing bagian. Yang dilakukan oleh bagian ini adalah mengendalikan arus informasi dan mengevaluasi laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi yang selanjutnya diserahkan ke bagian yang berwenang untuk dapat menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Bagian IT memberikan support terhadap berjalannya arus informasi dengan baik, pengendalian proses, pemilihan teknologi dll.
Jumlah personal untuk mengisi bagian-bagian tersebut diatas sangat tergantung pada kebutuhan dimana ada bagian yang dapat digabung sehingga beberapa bagian ditanggani oleh seorang personil dan sebaliknya ada bagian yang harus dimekarkan sehingga satu bagian diisi oleh beberapa personal. Arus dokumen disesuaikan dengan bagian yang ada.
Bagian IT tidak melakukan fungsi pemasukan data karena semua input telah dimasukan melalui terminal masing-masing bagian. Yang dilakukan oleh bagian ini adalah mengendalikan arus informasi dan mengevaluasi laporan-laporan yang dihasilkan oleh sistem informasi yang selanjutnya diserahkan ke bagian yang berwenang untuk dapat menentukan tindakan apa yang perlu dilakukan.
Bagian IT memberikan support terhadap berjalannya arus informasi dengan baik, pengendalian proses, pemilihan teknologi dll.
Jumlah personal untuk mengisi bagian-bagian tersebut diatas sangat tergantung pada kebutuhan dimana ada bagian yang dapat digabung sehingga beberapa bagian ditanggani oleh seorang personil dan sebaliknya ada bagian yang harus dimekarkan sehingga satu bagian diisi oleh beberapa personal. Arus dokumen disesuaikan dengan bagian yang ada.
BAB III
PENUTUPAN
Kesimpulan
Dari
pembahasan diatas disimpulkan bahwa :
a. Dengan mengaplikasikan sistem penjualan barang berbasis web ( Web Base ) maka kita dapat melakukan promosi / pengenalan produk - produk yang ada secara efisien dan efektif.
b. Kemudahan bagi pelanggan untuk dapat memperoleh informasi secara jelas mengenai produk –produk yang ada, sehingga pelanggan tidak perlu datang langsung ataupun menunggu pengiriman informasi produk.
c. Dapat mengurangi biaya pengiriman informasi produk dan mendukung system yang telah ada.
a. Dengan mengaplikasikan sistem penjualan barang berbasis web ( Web Base ) maka kita dapat melakukan promosi / pengenalan produk - produk yang ada secara efisien dan efektif.
b. Kemudahan bagi pelanggan untuk dapat memperoleh informasi secara jelas mengenai produk –produk yang ada, sehingga pelanggan tidak perlu datang langsung ataupun menunggu pengiriman informasi produk.
c. Dapat mengurangi biaya pengiriman informasi produk dan mendukung system yang telah ada.
Daftar Pustaka
Ellsworth, Jill H. and Matthew V. Ellsworth. (1997).
Pemasaran Di Internet. Tejemahan Yulianto. Grasindo, Jakarta
Mcleod, Raymond. (2001). Sistem Informasi Manajemen. Edisi ke-tujuh : jilid 1. PT. Prenhallindo, Jakarta. Mulyadi. (2001). Sistem Akuntansi. Edisi ke-tiga. Salemba 4, Jakarta.
2010, “Sistem Penjualan”.http://my.opera.com/ferdinanta/blog/2010/09/28/sistem-penjualan-barang di akses pada tanggal 18 September 2013.
2013,"Pengertian Penjualan".http://pengertianbahasa.blogspot.com/2013/02/pengertian-penjualan.html di akses pada tanggal 18 September 2013.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar